Penyakit Campak Pada Anak dan Gejalanya

Campak merupakan infeksi virus dan gejala awalnya di tandai dengan munculnya ruam merah pada seluruh tubuh. Penyakit campak pada anak sangat berbahaya jika tidak segera ditangani oleh dokter.  Karena penyakit ini sangat mudah penularannya dapat melalui kontak langsung dengan penderita, melalui udara bahkan melalui benda- benda yang yang di pakai penderita dipakai bersamaan dengan anggota keluarga yang lain.

Gejala Penyakit Campak pada Anak yang Harus di Waspadai

  • Anak mengalami demam tinggi.
  • Mata merah, kadang terasa sensitive apabila terkena cahaya.
  • Gejalanya seperti pilek (misalnya hidung tersumbat, hidung beringus dan radang tenggorokan).
  • Keluar bercak- bercak merah pada seluruh tubuh.
  • Bercak putih agak ke abu- abuan pada tengorokan dan mulut.

Ruam merah yang muncul diseluh tubuh biasanya akan muncul beberapa hari setelah anak mengalami demam. Ruam tersebut biasanya muncul disekitar kepala, belakang telinga dan leher kemudian akan menyebar keseluruh tubuh. Penderita campak juga berpotensi mengalami gangguan pada kelenjar getah bening seperti pembengkaan.

penyakit campak pada anak

Apabila buah hati Anda memiliki gejala seperti tanda- tanda di atas, sebaiknya segera hubungi dokter bisa ke klinik terdekat atau rumah sakit. Diagnosis campak dapat dilihati dari gejala- gejala yang muncul. Tetapi untuk memastikan hasilnya, perlu di ambil darah dan air liur untuk tes labratorium.

Penyakit ini juga sering disebut campak merah atau rubeola. Sebenarnya di Indonesia sendiri sudah disediakan vaksin untuk campak. Vaksin MMR termasuk vaksin untuk campak, campak jerman dan gondongan.

Bagaimana Virus Campak dapat Menyebar?

Pada penderita yang sedang mengalami campak, jika sedang bersin atau batuk maka percikan air tersebut merupakan cara penyebaran virus campak. Siapapun yang menghirup udara tersebut atau kena percikan airnya maka dapat tertular penyakit campak. Virus campak dapat bertahan selama beberapa jam diatas permukaan atau benda- benda yang ditempelinya. Apabila kita menyentuh benda- benda tersebut kemudian memegang hidung atau mulut, maka Anda dapat terinfeksi virus campak.

Virus campak biasanya lebih sering menimpa balita, tetapi pada dasarnya virus campak dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia. Terutama bagi mereka yang belum pernah mengalami campai atau bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi campak.

Cara Pengobatan Campak Pada

Biasanya kekebalan tubuh seseoarang akan melawan infeksi virus ini secara alami. Jika sistem imun seseorang itu sedang turun maka penyakit campak pada anak bisa semakin parah. Jika campak sudah parah, maka tindakan yang harus diambil yaitu perikasa ke dokter.

Ada beberapa hal yang dapat membantu proses pemulihan penyakit campak:

  • Penderita harus banyak mengkonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi obat penurun demam. Hindari memberikan aspirin apabila penderita masih dibawah usia 16 tahun.
  • Hindari papara sinar matahari angsung.

Cara pencegahannya penyakit campak yaitu dengan melakukan vaksin MMR atau sering disebut vaksin gabungan antara lain untuk campak, campak jerman dan gondongan. Vaksin ini diberikan 2 kali pada saat anak usia 13 bulan dan selanjutnya dilakukan saat anak usia 5-6 tahun. Dengan vaksinasi tersebut, anak sudah aman dan akan terhindar dari penyakit campak terkecuali ada teman atau anggota keluarganya yang menderita penyakit campak dan tertular virus campak.

Komplikasi penyakit campak pada anak sangat berbahaya jadi harus diwaspadai. Biasanya penyakit ini akan lebih banyak menyerang bayi di bawah usia 1 tahun, anak- anak yang kekebalan tubuhnya lemah dan orang- orang yang terkena penyakit kronis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *