Hal Penting Yang Perlu Menjadi Perhatian dalam Tumbuh Kembang Anak

Melihat anak mendapatkan tumbuh kembangnya yang baik mungkin impian yang hakiki untuk para orang tua. Tumbuh kembangnya si buah hati itu sebenarnya menggambarkan kenaikan dari kematangan pada fungsi setiap individu.

Oleh karena itu, sebaiknya pertumbuhan dan perkembangan si buah hati perlu diperhatikan dan juga dijaga dengan baik. Karena itu merupakan indikator yang sangat penting untuk sebagai pengukur kesehatan anak. Sehingga akan berpengaruh pada kualitas hidup si anak. Dibawah ini terdapat rangkuman mengenai pentingnya tumbuh kembang anak untuk si buah hati.

3 Hal Penting yang Perlu di Perhatikan

Buah hati tentunya akan mengalami suatu periode keemasan yang mana akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang biasanya amat cepat dan juga kritis. Fase ini biasanya terjaidi dalam rentang usia balita. Oleh karena itu, periode keemasan ini tentunya sangat penting bagi si buah hati karena tidak dapat diulangi kembali.

Belum lagi ditambah dengan berbagai penelitian yang mana menyebutkan bahwa pentingnya tumbuh kembang anak itu diperlukan adanya bantuan dari para orang tua agar bisa menstimulasi otak si anak berfungsi lebih baik lagi. Hal ini karena anak mempunyai kemampuan untuk menyerap informasi sampai dengan 100%.

1. Menstimulasi otak anak agar optimal

Orang tua memang dituntut untuk memberikan yang terbaik untuk buah hatinya ketika masih berusia di bawah lima tahun. Karena sesuai dengan penjelasan yang telah disinggung diatas, pada masa – masa usia itu adalah anak memiliki kemampuan yang sangat baik dan cepat dalam hal menyerap informasi bahkan bila diukur bisa sampai 100%.

Oleh karena itu sebaiknya sebagai orang tua perlu menyikapi perkembangan dan pertumbuhan si anak ini dengan cara terus memberikan stimulasi pada otak si buah hati agar kinerjanya lebih optimal. Caranya bisa dengan memberikan si anak suatu kegiatan yang berhubungan dengan otak.

kegiatan menyusun balok untuk merangsang pertumbuhan otak anak

Misalnya saja dengan mulai mengajarkan anak untuk belajar mengenal warna yang ada disekelilingnya ketika sedang bermain. Hal ini agar suasana belajar si anak menjadi menyenangkan dengan bermain. Sehingga, selain bermain yang dapat meningkatkan kemampuan motorik, otak juga dapat berfungsi dengan baik.

2. Agar dapat berkomunikasi dengan baik

Mengenalkan anak dalam khalayak luas bisa juga memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan dan perkembangan si anak. Salah satunya adalah agar dapat berkomunikasi dan lebih mengenal lingkungan sosialnya. Sehingga bila si anak yang sudah dikenalkan secara dini, tidak akan merasa kesulitan dalam menata kehidupan sosialnya.

dongeng anak untuk merangsang komunikasi anak

Dengan melakukan komunikasi yang aktif tentunya akan membuat anak tampil lebih kreatif, lebih terampil, dan juga lebih cerdas. Mereka bahkan bisa belajar merangkak, berjalan serta berbicara dengan lebih cepat karena bantuan dari orang – orang disekitarnya dibandingkan dengan anak yang tergolong memiliki sifat pasif.

3. Mengasah perkembangan sensorik dan motorik

Anak yang masih dalam rentang usia antara 1 sampai dengan 5 tahun memang sedang menemukan perjalanan hidupnya. Makanya tak heran bila melihat mereka terlihat asyik berkecimpung pada dunianya yang baru. Bahkan, bila Anda membatasinya biasanya si anak anak menunjukan sifat jengkel atau rewel sebagai bentuk protesnya

Nah, untuk para orang tua sebenarnya tidak perlu untuk melarang anak melakukan ini dan itu. Anda tidak perlu khawatir karena ini tentunya sangat penting untuk mengasar antara perkembangan saraf motorik dan juga sensoriknya.

kegitan merangsang motorik anak

Belum lagi terkait dengan penjelasan dari pakar psikolog Ayoe Sutomo M. Psi. Beliau mengemukakan bahwa anak yang disibukkan dengan kegiatan bermainnya sebenarnya sangat penting untuk mengasah saraf motorik baik itu yang kasar maupun yang halus.

Karena ini akan memberikan manfaat bagi si anak karena rangsangan yang telah diterimanya pada alat indera yang dimiliknya, misalnya seperti meraba, melihat, mencium dan lain sebagainya itu muncul pada anak yang sedang aktif – aktifnya bermain. Orang tua hanya perlu untuk mengarahkan dan mendampinginya.