Olahraga Untuk Anak Sesuai Usia

Anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sebaiknya mulailah dengan diajari olahraga untuk anak yang sesuai dengan usianya. Sementara pengertian olahraga itu sendiri merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan untuk si kecil dengan segudang manfaat.

Oleh karena itu, untuk para orang tua sebaiknya jangan sia – siakan kesempatan baik ini untuk mengajarkan dan mengenalkan pada si kecil tentang dunia olahraga sedari dini. Karena nantinya bukan haya manfaat kesehatan yang dapat diperoleh tetapi juga akan membangun keterampilan lain.

Jenis Olahraga Untuk Anak Sesuai Usia

Anak Anda malas untuk berolahraga? Sebaiknya Anda perlu mengenalkannya dengan perlahan agar si kecil merasa tertarik dengan dunia olahraga. Anda bisa memulainya dengan mengajak si anak pada tempat permainan khusus anak – anak seusianya yang didalamnya terdapat area untuk bermain bola.

Meskipun hanya bermain bola, akan tetapi tubuh anak Anda bergerak bukan? Dari kegiatan yang mungkin sepele ini tentunya sudah termasuk dalam kategori berolahraga dan kalau dilihat juga sesuai usia. Nah, selain bermain bola kira – kira apa saja jenis olahraga untuk anak sesuai usianya. Untuk lebih jelasnya mengenai olahraga untuk anak sesuai usia simak saja ulasannya berikut ini.

1. Usia 6 – 9 tahun

Anak yang masih dalam rentang usia ini biasanya untuk porsi badannya masih tergolong pendek. Oleh karena itu diperlukan olahraga yang sesuai dengan usianya. Olahraga yang mengandalkan instruksi yang rumit tentunya akan sangat sulit untuk dipahami si anak.

Karena pada usia ini anak masih membutuhkan suatu petunjuk yang jelas, singkat dan penjelasan secara perlahan. Olahraga yang pangaplikasiannya dengan strategi khusus biasanya akan membuat si anak bingung. Selain itu, jenis olahraganya juga sesuai dengan kemampuan motorik si anak.

Jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk anak usia 6 sampai 9 tahun, antara lain:

  • Bermain bola
  • Berlari
  • Senam atau gimnastik
  • Berenang

Selain itu juga sebaiknya fokus pada teknik serta gerakan yang tepat karena kedua poin itu penting sebagai bahan dasar untuk anak sebelum terjun mengasah aspek yang lain. Misalnya seperti kekuatan dan kecepatan.

2. Usia 10 – 12 tahun

Selanjutnya, dalam rentang usia ini, skill motorik, berpikir dan pengambilan keputusan si anak akan lebih berkembang dari usia 6 smapai 9 tahun. Anak sudah mulai bisa untuk mengikuti arahan serta mampu mengingatnya dengan baik. Anak juga sudah bisa berpikir tentang strategi tertentu ketika sedang bermain.

Dengan didukung kondisi yang bagus itu, tentunya anak akan lebih siap dalam melakukan olahraga yang memiliki tingkat kerumitan lebih. Baik itu dilihat dari instruksi ataupun gerakan – gerakannya.

Olahraga yang cocok untuk anak dalam usia ini antara lain:

  • Sepak bola
  • Basket
  • Bola volley
  • Badminton
  • Softball atau baseball

3. Kombinasi olahraga usia 10 – 12 tahun

Walaupun anak dalam rentang usia 10 sampai dengan 12 tahun dapat melakukan olahraga yang lebih rumit. Namun, tetap saja ajarkan si anak juga pada jenis olahraga yang berbeda dengan yang sebelum – sebelumnya. Bahkan, Anda bisa juga dengan mengkombinasikan olahraga si anak dengan jenis olahraga yang baru.

Misalnya seperti, ketika dari kecil Anda mengajarkan pada si kecil olahraga renang. Kemudian, menginjak umur 10 sampai 12 tahun, Anda kenalkan lagi pada jenis olahraga lain seperti bermain sepak bola, bolas basket, bulu tangkis, softball dan lain sebagainya.

Hal ini karena bila Anda hanya terfokus pada satu jenis permainan saja akan berakibat membatasi skill si anak, menimbulkan rasa bosan, bahkan si anak juga bisa terserang stress. Akan tetapi, disertai juga dengan catatan anak dapat menikmati serta mengembangkan skill dalam olahraga yang akan dipilihnya.